Posts

Showing posts from February, 2016

Mengenal Beberapa Suku Asli di Kalimantan Timur Part 1

Image
Sesuai janji saya kemarin, hari ini saya akan membahas tentang salah satu suku asli yang ada di Kalimantan Timur, tentunya selain Suku Dayak. Saat mempelajari suku satu ini, saya baru tahu bahwa suku ini masih berhubungan erat dengan suku dayak. Mereka berasal dari leluhur yang sama, hanya saja sengaja memisahkan diri karena satu alasan, seperti kamu ... yang pergi meninggalkanku karena satu alasan. Eh, kok jadi curcol. Okey, daripada makin ke sini makin ngelantur, lebih baik segera kita bahas ya, tapi terlebih dahulu kalian harus siapkan cola dan popcorn biar nggak ngantuk. Kenapa demikian? Karena penjelasannya lumayan panjang, dan teruntuk saya khususnya, biasanya suka mengantuk kalau membahas hal-hal yang berbau sejarah dan ilmu pengetahuan. Okey, here we go Ada salah saty suku asli Kalimantan Timur selain Suku Dayak, yaitu Suku Kutai. Suku Kutai atau Urang Kutai adalah suku asli yang mendiami wilayah Kalimantan Timur yang mayoritas saat ini beragama Islam dan hidup di t...

Mengenal Beberapa Suku Asli di Kalimantan Timur

Image
Berbicara mengenai suku, Indonesia adalah sebuah negara di mana di dalamnya terdapat ratusan atau bahkan ribuan suku bangsa yang tersebar dari sabang hingga merauke. Tak heran jika di negara ini terdapat banyak perbedaan adat istiadat dan budaya, karena itulah Bhineka Tunggal Ika diciptakan, untuk mempersatukan perbedaan tersebut. Di sini, saya akan membahas beberapa suku yang ada di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Jika mendengar Suku asli Kalimantan, yang ada di pikiran orang-orang adalah dayak. Tidak salah jika ada yang beranggapan demikian, karena itu memang benar adanya. Namun, ada satu suku asli Kalimantan Timur yang memegang peranan penting di Kal-Tim, yang  mungkin ... mungkin saja tidak banyak orang mengetahuinya, yaitu: Kutai. Suku Kutai merupakan suku melayu asli Kalimantan Timur, yang awalnya mendiami wilayah pesisir Kalimantan Timur. Lalu, dalam perkembangannya berdirilah dua kerajaan Kutai: Kerajaan Kutai Martadipura yang berdiri lebih dulu dengan ra...

Cerita Rakyat Kalimantan Timur (Legenda Ikan Pesut)

Image
Setiap kota, bahkan daerah memiliki cerita rakyat mereka masing-masing. Begitu pula dengan Kalimantan Timur. Ada banyak ceria rakyat yang menarik untuk dituliskan kembali dan dibaca oleh banyak orang agar mereka tahu legenda-legenda apa saja yang pernah terjadi di suatu daerah, terlepas dari itu benar atau tidak. Yang pasti, cerita rakyat wajib dilestarikan agar tidak hilang atau tergerus dengan cerita-cerita modern seperti teenlit, novel metropop, atau bacaan lainnya. Bukan saya mengatakan itu bacaan jelek, itu juga bagus kok ... namun, sebagai warga negara Indonesia tulen kita wajib tahu cerita-cerita rakyat yang ada di negara kita tercinta ini. Selamat membaca. Legenda Ikan Pesut Pagi itu, suasana di sebuah dusun—di Rantau Mahakam, Kalimantan Timur tampak berbeda dari biasanya. Begitu ramai—hiruk pikuk dengan orang-orang yang berdatangan dari berbagai daerah. Mereka bertandang untuk menyaksikan pagelaran pesta adat yang menampilkan pertunjukkan ketangkasan dan kesenian. ...

Hantu Banyu

Cerpen ini pernah dimuat di harian Kaltim Post edisi Minggu, 09 Agustus 2015, dan saat itu juga masih pakai nama asli saya, bukan nama pena ini. Hihihi ... selamat membaca. Hantu Banyu Aku tergopoh-gopoh lari ke rumah Iwan. Kudengar kabar dari kawan-kawan, Iwan meninggal karena suatu kecelakaan yang terjadi padanya malam tadi di atas jembatan saat ia memancing. Tak kusangka, secepat itu Izrail menjemputnya, padahal dia masih muda, 20 tahun dan aku hanya setahun lebih tua darinya. Ketika tiba di rumahnya, aku tak kuasa menahan diri. Air mata jatuh bersimbahan. Iwan sahabatku, dan dia telah tiada. *** Semua orang di kampung tahu, Iwan sangat pandai berenang. Beberapa bulan yang lalu, cucu Nek Ipah yang masih berusia 5 tahun jatuh ke sungai, dan Iwan-lah yang menyelamatkannya. Iwan juga pernah menjadi juara pertama lomba renang yang kami adakan dulu bersama teman-teman saat masih kanak-kanak. Karena kepandaiannya itu, jadi rasanya aneh bila Iwan tewas tenggelam. ...

Grey dan Jejak Kelicikan yang Ditinggalkannya

Alkisah pada suatu hari yang kering kerontang, panas-panasan dikit bikin kulit terbakar, bertamulah seekor kucing dengan bulunya yang bermotif belang: hitam, abu rokok, dan sedikit putih. Kucing itu masuk lewat jendela dapur yang biasanya tidak pernah kubuka, namun entah malaikat mana yang merasuki, aku terdorong untuk membukanya. Oh ya, itu karena cuaca panas yang kurang ajar sekali, membuatku gerah dan memberangus tubuhku dengan keringat. Kucing belang itu menatapku, dan aku balas menatapnya, cukup lama hingga membuat sesuatu di dalam hatiku mencelos keluar. Rasa iba. Bagaimana aku tidak iba. Kucing itu menatapku dengan sorotnya yang ... entahlah, dia membuatku terenyuh dan merasa menjadi manusia paling kejam jika tidak mengacuhkannya. Seolah sorot mata itu mengatakan sesuatu padaku, menerjemahkan bahasa "meong-meong" yang tidak bisa kumengerti meski aku ikut kursus pelajaran bahasa hewan sekalipun. "Permisi, minta sedekahnya, Bu." Mungkin begitulah katanya....

Unforgetable Love

Image
A story by Langit Rinjani Pic from google Ada yang diam-diam mencuri siluet wajahmu dari ingatanku. Sudah beberapa tahun berlalu, namun aku tidak benar-benar bisa melupakanmu. Meski hati berkata 'semua sudah berakhir', dan lidah telah bertutur 'aku merelakanmu', nyatanya aku masih terjebak di sini. Di ruang yang sama seperti beberapa tahun lalu. Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya kuinginkan? Apa yang sebenarnya kulakukan? Menunggu, dan terus menunggu dengan sebuah keyakinan tabu. Aku takut mati karena lelah, tapi juga tak ingin lengah. Bagaimana jika suatu hari nanti kamu kembali, dan aku tidak ada di sana menunggumu? Dua tahun yang lalu, sebelum almanak menciptakan hari ini, untuk pertama kalinya kita bertemu. Sepupuku Susanti mengajak pergi ke pengajian di mushola dekat rumahnya. Aku bukan tipe wanita yang bisa pergi ke pengajian seperti Susanti. Shalat lima waktu saja masih bolong-bolong. Berbeda dengan Susanti, dia wanita sholeha, berparas cantik idaman...