Posts

Showing posts from March, 2016

Himne Bapak

Image
Tersiar di Koran Sastra Dinamikanews 29-3-2016 Ibu mengobati rasa sakit hatinya dengan pindah rumah. Di lingkungan baru ini, tidak ada seorang pun mengenali kami, juga tidak ada seorang pun yang mengenali bapak. Jika ada yang bertanya pada ibu ke mana suaminya, ibu akan bilang suaminya sudah meninggal. Begitu pula ibu berpesan padaku, jika ada orang yang bertanya kemana bapakku, aku harus mengatakan kalau bapak sudah meninggal. Aku menanyakan alasannya, dan ibu bilang itu yang terbaik, agar tidak ada lagi orang-orang yang menghina bapak. Jadi, jika ada yang bertanya mengenai bapak, aku akan menjawab bahwa bapak sudah meninggal, meskipun belum. Seperti yang ibu bilang, ini demi kebaikan bapak, bukan karena takut menanggung malu dengan menceritakan keadaan bapak yang sebenarnya, tapi lebih dari itu, aku dan ibu menyayangi beliau, hingga tidak tahan rasanya jika mendengar atau membayangkan seseorang memburukkan bapak di belakang. *** Profesi bapakku bukanlah p...

Kolam Teratai Ibu (Terinspirasi oleh cerpen AA Navis, Rubuhnya Surau Kami)

Image
Sudah lama saya tidak menulis di blog, karena terlalu disibukkan dengan kegiatan menulis lanjutan-lanjutan cerbung yang saya posting di facebook, juga karena akhir-akhir ini saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca cerpen dan novel. Karena kebanyakan membaca dan menulis cerbung, jatuhnya saya jadi eneg sama kata-kata. Ternyata memang benar kata orang (yang tidak saya kenal) bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak terlalu baik.  Beruntung selama dua hari berturut-turut ini ada yang kembali membangkitkan semangat saya untuk kembali menulis--termasuk menulis di blog. Itu karena dua cerpen saya akhirnya terbit. Ini cerpen pertama dan kedua yang saya tulis dengan nama pena--di luar dari nama pemberian orangtua. Saya akan share cerpen-cerpen itu nantinya di blog ini, tapi bukan sekarang, melainkan suatu hari nanti aku akan kembali untuk mempertanyakan cintanya. Loh?! Hihihi ... By the way, hari ini saya mau share satu cerpen yang saya tulis agustus tahun lal...

Mengenal Suku Asli Kalimantan Timur Part 3

Image
Enggak tahu kenapa akhir-akhir ini saya lagi malas banget nulis. Fokus saya teralihkan oleh 10 buku yang saya beli bulan lalu dan belum saya baca. Sampai ini baru 2 buku yang saya tamatkan. Makanya, setiap hari saya harus baca minimal tiga bab novel, 2 buah cerpen, dan banyak bab novel salah satu teman di website gratis novel nusantara (bukan iklan) Okey, sebelum saya melanjutkan membaca novel Rumah di Seribu Ombak, saya harus lunasi janji terlebih dahulu. Melanjutkan tulisan mengenai suku asli Kalimantan Timur. Di ulasan lalu saya menulis tentang suku Dayak Kenyah, suku di mana ceweknya cantik-cantik kayak China, karena setelah mempelajri asal usulnya, mereka memang berasal dari sana. Nah, untuk tahu suku Dayak Kayan berasal dari mana, mari kita bahas panjang lebar di  sini. SUKU DAYAK KAYAN Suku Dayak Kayan (Apau Kayan), adalah suatu masyarakat dayak yang bermukim di sepanjang sungai Kayan. Sedangkan sungai Kayan merupakan anak sungai yang bermuara ke Sungai ...

Mengenal Suku Asli Kalimantan Timur Part 2

Image
Halo. Setelah sekian hari libur menulis dikarenakan kesibukan yang sengaja dibuat-buat sendiri, akhirnya hari ini saya punya waktu senggang untuk kembali menulis di blog. Di tulisan saya sebelumnya, saya sudah mengupas habis tentang suku Kutai, yang juga merupakan salah satu suku asli di Kalimantan Timur, maka ada baiknya untuk kesempatan kali ini saya akan mengulas panjang lebar mengenai suku asli Kalimantan Timur lainnya. Pasti sudah pada tahu kan? Pastinya dong. Yup, saya akan mengulas tentang suku Dayak. Kalimantan Timur , merupakan salah satu provinsi yang memiliki sejarah panjang tentang masyarakat suku Dayak. Beberapa kerajaan tertua di wilayah ini diduga merupakan kerajaan suku Dayak di masa lalu. Selain itu di provinsi Kalimantan Timur juga terdapat lebih dari 40 suku Dayak yang berbeda antara satu dengan lainnya, pun dengan tradisi dan budaya masing-masing. Beberapa suku Dayak di wilayah ini menyebut dirinya bukan Dayak (seperti saya), karena tela...