Posts

Showing posts from December, 2016

White Death Bab Satu

Percayalah, kau tak ingin mengetahui apa pun tentangku. Dunoon, Skotlandia Pemakaman itu berlangsung khidmat. Tidak banyak tamu yang datang, hanya beberapa tetangga dan teman dekat, itu karena orang-orang begitu ketakutan untuk menghadiri pemakaman itu.  Berita tentang kematian Ashley memang menggegerkan banyak orang, bahkan tersiar sampai ke surat kabar. Diberitakan tubuhnya terkoyak menjadi beberapa bagian, polisi bahkan sampai sulit mengenali wajahnya. Sepasang bola matanya memutih dan kulit wajahnya terkelupas. Bahkan manusia terbejat sekali pun tidak akan melakukan itu. Jadi, jika bukan manusia lalu siapa, atau apa yang begitu tega sekali melakukan hal tersebut kepada Ashley? Kematian itu pun begitu tiba-tiba. Dari penuturan beberapa tetangga, Ashley terlihat sehat dan segar bugar sore itu. Dia membuat cake muffin yang lezat dan membagi-bagikannya kepada beberapa tetangga di blok tempat tinggalnya. Ashley memang terkenal sebagai wanita yang baik hati dan ramah. ...

Om Zikron dan Pohon Jambunya

Image
Om Zikron dan Pohon Jambunya Mega Ayu Rullysha Saat aku masih bocah, teman-teman mengenalku sebagai pemanjat pohon yang ulung. Mereka mengandalkan kemampuanku untuk mengambil buah-buahan langsung dari pohonnya. Aku tidak tahu apakah mereka mempercayai kemampuanku atau hanya memanfaatkan, tapi aku tidak pernah keberatan. Tanpa diminta aku akan tetap memanjat, karena ketika berada di atas pohon rasanya jauh lebih menyenangkan. Ada beberapa pohon yang pernah kupanjat: pohon kersen di belakang rumah Bibi  Tini, pohon rambutan yang banyak semutnya, dan pohon mangga di halaman depan rumah nenek. Namun, pohon kersen-lah yang paling sering kupanjat karena buah kersen tidak tumbuh menyesuaikan musim. Dalam seminggu aku akan berburu buah kersen bersama teman-teman sebanyak dua hingga tiga kali. Sepanjang masa kanak-kanak, ada satu pohon yang membuatku begitu penasaran dan ingin sekali memanjatnya, yaitu pohon jambu air. Pohon jambu air itu tumbuh menjulang tinggi d...

Ingatan yang Hilang

Image
Selamat malam. Ingatan yang hilang. Judul cerpen ini saya pilih ketika saya merasa bahwa ada sebagian dari ingatan saya yang hilang. Entah hilang ke mana. Padahal kepala saya tidak terbentur. Tidak juga mengalami kepikunan. Cerpen ini tersiar di Minggu Pagi di Minggu ke IV November 2016. Atas permintaan beberapa teman, akhirnya cerpen ini saya posting di blog. Ini versi asli yang saya tulis, tapi menurut redakturnya ada sedikit yang beliau edit. Selamat membaca. Ingatan yang Hilang Oleh: Mega Ayu Rullysha             “Alena, jika kau ingin mendapatkan kembali sebagian ingatanmu yang hilang, temui aku malam ini, pukul tujuh di koridor timur Stasiun Tawang,” kata seorang lelaki di seberang saluran.             Alena bergeming dengan gagang telepon di genggaman. Dia tidak tahu siapa lelaki yang meneleponnya. Berulang kali ia bertanya, tapi l...